Tulis & Tekan Enter
Logo        
images

Film Doraemon 3D Kalahkan Transformers di Jepang

Di Jepang, robot-robot alien raksasa bisa kalah dari robot kucing lucu. Film layar lebar terbaru dari franchise Doraemon yang berformat animasi CGI 3D, Stand by Me Doraemon sukses menduduki urutan pertama di box office Jepang dengan pendapatan 767 juta yen (sekitar 7,5 juta dolar AS), dari 319 layar yang menayangkannya di akhir pekan perdananya.

Sementara itu, film Transformers: Age of Extinction yang tayang bersamaan ternyata hanya mengumpulkan 485 juta yen (4,75 juta dolar AS) walau tayang di 760 layar, atau dua kali lebih banyak dari jatah layar Stand by Me Doraemon.

Daya tarik film Stand by Me Doraemon kali ini memang lebih besar dari franchise Doraemon biasanya. Tak hanya pertama kalinya berformat animasi CGI dan 3D, kisah film ini juga membangkitkan kenangan masyarakat yang bertumbuh bersama tokoh Doraemon, yang pertama kali muncul dalam bentuk komik karya Fujiko F. Fujio di tahun 1969.

Berbeda dengan film-film Doraemon yang berbentuk petualangan yang dirilis setiap tahun, Stand by Me Doraemon kembali mengisahkan keseharian siswa SD bernama Nobita dan robot dari masa depan, Doraemon dan alat-alat canggihnya.

Hanya saja, film ini kemudian berfokus pada kenyataan bahwa suatu saat Doraemon harus kembali ke tempat asalnya. Premis dan nilai nostalgia tersebut rupanya berhasil menyedot penonton yang banyak. Bahkan, menurut sebuah survei online, sekitar 88,4 persen responden mengaku menangis ketika menonton film ini, sebagaimana dilaporkan oleh situs Sponichi Annex.

Berdasarkan laporan Eiga.com, Stand by Me Doraemon berhasil menjual lebih dari 554 ribu tiket di hari Sabtu dan Minggu kemarin--lebih banyak 20-30 persen dari film Doraemon biasa, sehingga membuatnya dengan mudah menduduki peringkat pertama. Dalam tiga hari tayang dari hari Jumatnya, film ini menjual lebih dari 726 ribu tiket senilai 988 juta yen (9,66 juta dolar AS).

Peringkat kedua dihuni oleh juara pekan sebelumnya, film laga berlatar sejarah yang juga adaptasi komik terkenal, Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno yang selama 10 hari tayang sukses menjual 1,5 juta tiket senilai 1,95 milyar yen (19,1 juta dolar AS).

Transformers: Age of Extinction berada di peringkat ketiga dengan menjual sekitar 303 ribu tiket di hari Sabtu dan Minggu pertamanya. Jumlah ini hanya sedikit menurun sekitar 15  persen dari angka yang diraih seri sebelumnya, Transformers: Dark of the Moon, pada tahun 2011 dalam jangka waktu serupa.

Dark of the Moon pada akhirnya meraih total yang tinggi di Jepang, yakni sebesar 54,1 juta dolar AS, dan meski awalannya tak jadi juara mingguan, Age of Extinction diproyeksikan masih sanggup mengejar angka pendapatan total yang diraih film pendahulunya.

Jepang memang merupakan salah satu pasar film bioskop terbesar di dunia di luar AS, bahkan sempat jadi yang terbesar sebelum disalip oleh China pada beberapa tahun terakhir. Namun, market Jepang memiliki karakter yang cukup berbeda dari negara lain, termasuk antusiasme terhadap film-film dari franchise lokal yang setara dengan antusiasme terhadap film-film Hollywood. Sehingga, terkadang film-film Hollywood harus berstrategi dalam perilisan film-film terbarunya, termasuk menayangkannya tidak serentak dengan negara-negara lain.

 

Sumber : kurasio.com