Breaking News

Tulis & Tekan Enter
Logo        
images

Awas Bahaya Frozen Shoulder Bahu yang Membeku

Frozen Shoulder. Istilah ini mungkin masih asing di telinga masyarakat awam. Frozen shoulder atau bahu yang membeku (adhesive capsulitis) adalah gangguan yang terjadi di area bahu berupa rasa kaku dan nyeri. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu hingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali. Frozen shoulder biasanya berlangsung selama 1-3 tahun. Kondisi ini jarang kambuh pada lokasi yang sama. Kadang akan hilang perlahan tanpa melalui pengobatan. Kondisi frozen shoulder pada umumnya dialami oleh bahu yang jarang digunakan atau tidak terlalu aktif, biasanya gejala akan cenderung memburuk terutama di malam hari.

Penyebab Frozen Shoulder

Frozen Shoulder disebabkan oleh menebalnya jaringan yang membentuk kapsul pelindung bahu (diperkirakan jaringan yang menyerupai jaringan parut), yang kemudian menempel erat di sekitar sendi bahu. Kondisi ini kemudian mengganggu pergerakan bahu. Pada dasarnya, belum diketahui penyebab utama yang memicu munculnya jaringan parut ini. Akan tetapi pada beberapa kasus dipicu oleh penyakit rematik dan penderita diabetes. Beberapa faktor risiko lain yang mungkin memicu terjadinya frozen shoulder, yaitu:

  •          Usia dan jenis kelamin (paling banyak dialami oleh perempuan dan orang yang berusia di atas 40 tahun).
  •          Penyakit sistemik (sebagian dari jenis penyakit ini adalah gangguan pada penyakit dan pembuluh darah, kelenjar tiroid, tuberkulosis, parkinson, dan diabetes.

Pengobatan Frozen Shoulder

Pengobatan frozen shoulder melibatkan pemberian obat-obatan, latihan fisik untuk melatih jangkauan gerakan, hingga prosedur pembedahan. Obat-obatan ini bertujuan untuk mengendalikan rasa nyeri sehingga tangan masih dapat digunakan walaupun pergerakannya terbatas. Latihan atau terapi fisik dilakukan agar pasien dapat mempelajari gerakan-gerakan tertentu yang dapat membantu proses pemulihan bahu serta menambah jangkauan gerakan.

Contoh obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri dan didapatkan secara bebas di apotek adalah aspirin dan golongan obat-obatan ibuprofen. Apabila kurang efektif, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter agar memperoleh obat antiradang dosis tinggi. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan diagnosis dan memberikan pilihan-pilihan pengobatan lain jika kondisi semakin memburuk.

Pencegahan

Salah satu pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah mengusahakan agar tangan tetap bergerak walaupun terbatas. Sebab, jarang bergerak dapat memicu kondisi ini serta memperburuk kondisi. Khususnya, jika Anda sedang melalui proses pemulihan pascaoperasi yang bisa berlangsung lama.