Breaking News

Tulis & Tekan Enter
Logo        
images

9 Kesalahan yang Harus Dihindari Ketika Mencari Pekerjaan

Ada ribuan orang yang mencari pekerjaan setiap hari. Mereka mengirimkan ratusan lamaran, melakukan wawancara kerja, namun karena berbagai alasan mereka tidak begitu beruntung. Tentu saja selain keberuntungan mereka juga membuat kesalahan. Berikut adalah 9 kesalahan umum dalam mencari pekerjaan dan bagaimana untuk menghindarinya.

1. Tidak membaca deskripsi pekerjaan dengan hati-hati

Jika anda tidak membaca deskripsi pekerjaan dengan hati-hati, maka bagaimana anda mengetahui keterampilan apa yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut? Banyak orang bingung dengan banyaknya iklan lowongan pekerjaan yang mereka baca dan tidak memperhatikan detail dari iklan, sehingga mereka tidak melakukan instruksi sesuai yang diminta.

2. Mengirimkan CV dengan kesalahan ejaan atau tata bahasa

Anda harus memperbaiki kesalahan ejaan atau tata bahasa dalam CV anda, khususnya jika CV anda menggunakan bahasa Inggris. Karena jika tidak anda akan menghancurkan setiap peluang mendapatkan pekerjaan di masa depan. Seringkali orang bekerja begitu keras untuk membuat resume atau surat lamaran ditulis dengan baik, namun lupa untuk melakukan cek ejaan (spelling) dan tata bahasa dasar (grammar). Jadi, sebelum anda mengirimkannya, lakukan pemeriksa dan membacanya kembali dua atau bahkan tiga kali!

3. CV anda tidak boleh melebihi dua halaman

Ini berlaku baik bagi anda yang sudah berpengalaman ataupun baru. Anda harus menyesuaikan CV anda sesuai dengan persyaratan yang diminta. Jangan mencantumkan keahlian-keahlian atau pengalaman-pengalaman yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang anda lamar. Anda harus mencoba setepat mungkin, karena sebagian besar manajer tidak akan membaca melebihi halaman pertama.

4. Jangan melewatkan surat lamaran

Tanpa surat lamaran, CV Anda tidak lengkap! CV menunjukkan peristiwa dalam hidup anda dimulai dari pendidikan sampai pengalaman kerja, sementara surat lamaran menyampaikan sikap dan kepribadian anda. Perusahaan menyukai kandidat yang mencoba menjelaskan kualifikasi dan aspirasi mereka. Ini adalah sebuah tindakan yang akan membuat CV anda menarik perhatian!

5. Menindaklanjuti wawancara

Anda tidak perlu takut terhadap kegigihan anda untuk mendapatkan pekerjaan, tapi itu bukan berarti anda harus menjadi menjengkelkan. Anda perlu menunjukkan pada calon atasan bahwa anda memiliki kepercayaan diri dan semangat untuk bekerja. Setelah sesi wawancara selesai, anda dapat mengirim email, sebagai ucapan terima kasih atau anda dapat menghubungi orang yang bertanggung jawab untuk itu (setelah beberapa hari) dan menanyakan informasi terbaru.

6. Periksa profil sosial media anda

Internet dapat membantu kita mensukseskan sebuah wawancara, sekaligus juga dapat menghancurkannya! Alangkah baiknya sebelum mengirim CV anda, cobalah melakukan pencarian di Google dengan mengetikkan nama anda sendiri dan kemudian lihatlah informasi atau gambar apa yang muncul dari hasil pencarian. Sebuah ide yang baik untuk membatasi akses profil anda di Facebook, Twitter dll., sehingga perusahaan tempat anda melamar tidak dapat melihat ke foto-foto atau hal-hal yang anda posting.

7. Jangan hanya bergantung pada pencarian kerja on-line

Internet adalah cara yang bagus untuk menemukan peluang-peluang baru, tetapi tidak ada yang seefektif kontak pribadi. Segera bangkit berdiri dan mulailah membangun strategi jaringan anda. Hal ini bukan hanya akan memerlukan panggilan telepon ke perusahaan tempat anda melamar (di samping mengirim email), tetapi juga dapat berarti mengirim CV anda secara pribadi.

8. Jangan pergi melakukan wawancara tanpa persiapan

Jawaban spontan tidak akan memberikan kesan terbaik, karena reaksi impulsif dapat merusak sebuah wawancara. Cobalah untuk memikirkan jawabannya terlebih dahulu dan anda pun perlu mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan paling “klasik” dalam wawancara. Tujuan anda adalah untuk meyakinkan mereka bahwa anda peduli tentang perusahaan ini dan bukan hanya tentang pekerjaan. Sehingga mungkin anda perlu melakukan penelitian terlebih dahulu sebelumnya tentang perusahaan.

9. Jangan bertingkah seperti robot selama wawancara

Wawancara bisa menjadi stres, tetapi semangat dan kepribadian akan menentukan keputusan perusahaan dalam merekrut anda. Jika anda berperilaku seperti robot, anda tidak akan menonjol! Sebaliknya, anda perlu untuk tersenyum dan melihat mata pewawancara anda.

 

Sumber : akuinginsukses.com