Barca juara Liga Champions, masa depan Luis Enrique belum jelas Olahraga

Olahraga

Kendati Barcelona berhasil menjuarai Liga Champions dan mencetak treble -menjuarai tiga kompetisi- pelatih Luis Enrique menolak untuk berkomentar tentang apakah ia akan tetap menangani tim Catalunia itu di musim depan.

Luis Enrique berhasil menyamai pencapaian pelatih tersukses Barca, Pep Guardiola, dengan mencetak treble di musim pertamanya.

Barcelona yang ditangani Enrique memenangkan final Liga Champions di Stadion Olympiade Berlin (Sabtu (6/6) malam, dengan memukul Juventus 3-1, melengkapi gelar La Liga dan Piala Raja yang sudah lebih dulu diraih.

Barca mencetak gol cepat di menit ke empat lewat Ivan Rakitic lewat umpan ANdres Iniesta, dan disamakan Alvaro Morata di menit ke 55 untuk menjadikan kedudukan 1-1.

Lionel Messi yang disebut-sebut merupakan pemain terbaik sepanjang zaman sesudah Pele, tak mencetak gol namun permainannya menginspirasi kemenangan Barca.

Di menit ke 68, tendangannya masih diblok kiper kawakan Juventus Gianluigi Buffon, namun bola muntah disambar bintang Uruguay Luis Suarez yang bersarang di jala Juventus.

Superstar asal Brasil, Neymar memastikan kemenangan Barca lewat golnya di detik terakhir pertandingan, menggenapkan kedudukan menjadi 3-1, dan memberikan gelar Liga Champions ke-5 bagi Barcelona.

Tim terbaik

Desas-desus berkembang bahwa betapapun berhasilnya ia di Barca degan mempersembahkan tiga gelar utama, Luis Enrique bisa saja tetap hengkang.

Di tengah perayaan kemenangan Liga Champions mereka yang kelima itu, wartawan bertanya apakah bekas pemain Barca dan timnas Spanyol itu akan tetap menangani Barca musim depan.

Luis Enrique menjawab: "Tidak. Saya belum tahu, tapi saya sedang bergembira sekarang ini. Tantangan yang saya hadapi adalah menikmati saat-saat ini dan menikmati (liburan) musim panas."

"Waktunya akan tiba untuk mengambil keputusan."

"(Saya telah melewati) musim yang sulit. Tahun transisi. Saya harus berterima kasih pada semua orang yang percaya dan yakin bahwa saya dan staf saya adalah orang paling tep[at untuk memimpin Barcelona."

Di awal musim Luis Enrique sempat diragukan dan digunjingkan tak mendapat dukungan pemain

"Saya tak tertarik pada orang-orang yang mengecam saya selama ini. Kami menderita enam kekalahan dan empat hasil seri dalam 60 pertandingan. Salah satu hasil terbaik Barcelona."

"Tanpa keraguan sama sekali, klub terbaik Eropa selama 10 tahun terakhir ini adalah Barcelona."

Keinginan pemain?

Sempat digunjingkan tak disukai pemain di awal musim, bahkan dikabarkan bentrok dengan bintang mereka, Lionel Messi, kini para pemain tampaknya mendukung penuh Luis Enrique.

Itu setidaknya tampak dari pernyataan gelandang Andres Iniesta, kapten di pertandingan final yang mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang memberi umpan berbuah gol pada tiga pertandingan final Liga Champions.

"Ia pelatih kami dan pemimpin kami. Saya harap kami akan tetap bersama di musim depan. Dan ia nyatanya tak mengatakan yang sebaliknya," kata pemain berusia 31 tahun itu.

"Sungguh musim kompetisi yang spektakuler dari berbagai segi, dan (kemenangan di final Liga Champions) ini merupakan hari yang spektakuler untuk kami semua.

 

Sumber : BBC Indonesia

 

BERLIN - Barcelona akhirnya berhasil memastikan trofi Liga Champions Eropa kelima mereka usai menumbangkan Juventus di laga final dengan skor 3-1. Trofi Liga Champions Eropa ini sekaligus membuat Luis Enrique sukses menghadiahkan treble winner di musim pertamanya bersama Barcelona.


Babak Pertama
Juventus yang dalam laga kali ini mendapatan kesempatan pertama untuk memegang bola, langsung melakukan tekanan ke jantung pertahanan Barcelona. Ancaman yang dibangun skuat besutan Massimiliano Allegri bahkan berhasil melahirkan sepak pojok hanya satu setengah menit setelah laga dimulai.

Namun ancaman tersebut nyatanya tidak membuat Barcelona kehilangan semangat untuk mendapatkan trofi Liga Champions Eropa kelima mereka. Buktinya, hanya tiga menit setelah laga dimulai Barcelona berhasil membuka keunggulan.

Lewat kerja sama apik satu-dua khas Barcelona, Iniesta mengirmkan umpan matang kepada Iavn Rakitic yang telah berada di dalam kotak penalti. Hanya dengan satu sentuhan, Rakitic pun mampu memaksa Gianluigi Buffon memungut bola dari gawangnya.

Meski telah unggul satu gol, namun Barcelona tidak lantas mengendurkan serangan mereka. Serangan demi serangan terus dilancarkan. Bufon bahkan harus jatuh bangun menahan derasnya gempuran Barcelona yang bisa dengan mudah mengobrak-abrik barisan pertahanan Si Nyonya Tua.

Juventus juga sebenarnya berhasil beberapa kali melakukan ancaman. Namun hingga babak pertama usai, tidak ada satupun gol yang mampu mereka ciptakan.

Babak Kedua
Babak kedua justru berjalan sebaliknya. Juventus kali ini terlihat lebih berani melakukan tekanan dan sesekali mengancam gawang Barcelona.

Mereka bahkan berhasil kembali menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol yang dicetak Avaro Morata di menit 52.

Namun beruntung, pada menit 68 Suarez berhasil kembali membawa Barcelona unggul. Berkat bola muntah hasil sepakan Lionel Messi, Suarez yang berdiri bebas dengan mudah mencploskan bola ke gawa Si Nyonya Tua. Skor berubah 1-2.

Hanya lima menit berselang Neymar kembali memaksa Buffon memungut bola dari gawangnya. Namun sayang gol tersebut dianulir wasit karena dalam tayangan lambat terlihat dengan jelas kalau bola terlebih dahulu menyentuh tangan Neymar sebelum masuk kedalam gawang.

Namun Neymar berhasil membayar kekalahannya. Di menit 90, pemain asal Brasil ini berhasil membuat Barcelona menjauh sekaligus memastikan gelar Liga Champions Eropa.



Berikut susunan pemain kedua tim:

Juventus:
Buffon, Barzagli, Bonucci, Lichtsteiner, Evra, Pogba, Marchisio, Pirlo, Vidal (Pereyra 79'), Morata, Tevez.

Barcelona:
Ter Stegen, Pique, Mascherano, Jordi Alba, Dani Alves, Rakitic, Busquets, Iniesta (Xavi 78), Suarez, Messi, Neymar.

source: http://soccer.sindonews.com/read/1009658/57/tumbangkan-juventus-barcelona-juara-liga-champions-eropa-1433623652

BERLIN - Barcelona akhirnya berhasil memastikan trofi Liga Champions Eropa kelima mereka usai menumbangkan Juventus di laga final dengan skor 3-1. Trofi Liga Champions Eropa ini sekaligus membuat Luis Enrique sukses menghadiahkan treble winner di musim pertamanya bersama Barcelona.


Babak Pertama
Juventus yang dalam laga kali ini mendapatan kesempatan pertama untuk memegang bola, langsung melakukan tekanan ke jantung pertahanan Barcelona. Ancaman yang dibangun skuat besutan Massimiliano Allegri bahkan berhasil melahirkan sepak pojok hanya satu setengah menit setelah laga dimulai.

Namun ancaman tersebut nyatanya tidak membuat Barcelona kehilangan semangat untuk mendapatkan trofi Liga Champions Eropa kelima mereka. Buktinya, hanya tiga menit setelah laga dimulai Barcelona berhasil membuka keunggulan.

Lewat kerja sama apik satu-dua khas Barcelona, Iniesta mengirmkan umpan matang kepada Iavn Rakitic yang telah berada di dalam kotak penalti. Hanya dengan satu sentuhan, Rakitic pun mampu memaksa Gianluigi Buffon memungut bola dari gawangnya.

Meski telah unggul satu gol, namun Barcelona tidak lantas mengendurkan serangan mereka. Serangan demi serangan terus dilancarkan. Bufon bahkan harus jatuh bangun menahan derasnya gempuran Barcelona yang bisa dengan mudah mengobrak-abrik barisan pertahanan Si Nyonya Tua.

Juventus juga sebenarnya berhasil beberapa kali melakukan ancaman. Namun hingga babak pertama usai, tidak ada satupun gol yang mampu mereka ciptakan.

Babak Kedua
Babak kedua justru berjalan sebaliknya. Juventus kali ini terlihat lebih berani melakukan tekanan dan sesekali mengancam gawang Barcelona.

Mereka bahkan berhasil kembali menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol yang dicetak Avaro Morata di menit 52.

Namun beruntung, pada menit 68 Suarez berhasil kembali membawa Barcelona unggul. Berkat bola muntah hasil sepakan Lionel Messi, Suarez yang berdiri bebas dengan mudah mencploskan bola ke gawa Si Nyonya Tua. Skor berubah 1-2.

Hanya lima menit berselang Neymar kembali memaksa Buffon memungut bola dari gawangnya. Namun sayang gol tersebut dianulir wasit karena dalam tayangan lambat terlihat dengan jelas kalau bola terlebih dahulu menyentuh tangan Neymar sebelum masuk kedalam gawang.

Namun Neymar berhasil membayar kekalahannya. Di menit 90, pemain asal Brasil ini berhasil membuat Barcelona menjauh sekaligus memastikan gelar Liga Champions Eropa.



Berikut susunan pemain kedua tim:

Juventus:
Buffon, Barzagli, Bonucci, Lichtsteiner, Evra, Pogba, Marchisio, Pirlo, Vidal (Pereyra 79'), Morata, Tevez.

Barcelona:
Ter Stegen, Pique, Mascherano, Jordi Alba, Dani Alves, Rakitic, Busquets, Iniesta (Xavi 78), Suarez, Messi, Neymar.


(rus)

source: http://soccer.sindonews.com/read/1009658/57/tumbangkan-juventus-barcelona-juara-liga-champions-eropa-1433623652

 

dangdut Ajang Siar unik hobi gadget bulu tangkis bola kuliner kediri manca indo internasional fresh music olahraga karir program terbaru tekno event nasional kediri kesehatan movie indonesia

    0 Komentar Pada Artikel Ini

 

Tinggalkan Komentar